Untukmu..

Sebenarnya tulisan ini sudah lama ada di benakku, tapi sulit rasanya untuk menuangkan kedalam sebuah tulisan sesungguhnya, entahla.. entah karna aku tak punya nyali atau memang inilah saat yang tepat kutuangkan tulisan ini, karena memang hari ini adalah tepat untuk kesekian kalinya di bulan Desember.

Sering kali aku terdiam dalam lamunan yang sesungguhnya akupun tak tau apa yang ku lamunkan, apakah kau penyebabnya? Mengapa begitu sering singgah bila tak ingin menetap? Apa ini perasaanku saja? Sulit rasanya harus menceritakan cerita ini dari awal. Perasaan yang kurasa tak pernah berubah ketika kita bersama dan sirna begitu saja saat kau jauh, apa itu namanya? Bisakah kau jelaskan padaku sebenarnya kita ini apa? Ada apa antara kita? Mengapa seolah kita sedang menjaga perasaan 1 sama lain?

Hari itu, aku sama sekali tak mengenal rasa yang begitu serius seperti saat ini. Kufikir ini masih saatnya aku tertawa dengan perasaanku sendiri sampai kau datang sebagai seorang yang mengajarkan apa itu perbedaan, iya.. berbeda dari yang lainnya, rasa yang tak pernah ku undang sebelumnya kini datang dan tak mau pergi. Bertahun-tahun sudah kulewati tetapi masih juga sama ketika 2 pasang mata kita bertemu kembali, sampai kapan harus seperti ini?

Aku wanita, tapi aku siap jika harus memulai duluan. Namun, jika begitu seterusnya, apa itu adil? Aku tau, setiap orang memiliki sifat yang berbeda.. ada orang yang begitu peduli dan ada orang yang begitu masa bodo akan hal yang ia hadapi sepertimu. Lalu, sampai kapan akan begini? Siapa yang akan menyadarkanmu kalau bukan dirimu sendiri yang memulai ingin merubahnya?

Apa harus sampai semuanya tak bisa dirubah lagi, baru kau sadar apa yang terjadi selama ini?

Kata orang rindu itu berat
Kata orang obatnya rindu itu bertemu
Tapi, kukira tak hanya itu
Ketika bertemu namun tak saling bicara, untuk apa?
Kurasa obat rindu yang sesungguhnya adalah mengatakan padanya bahwa kau rindu.
Rindu saat bersamanya
Rindu saat tertawa bersamanya
Rindu saat kau lupa bagaimana caranya bersedih ketika bersamanya

Untukmu.. yang (pernah) ada di dalam hati ini, aku tau kau begitu menghargai aku dan kita.. kita yang sampai saat ini kita pun tak tau harus diberi nama apa antara kita. kau ajarkanku banyak hal, tapi kau lupa ajarkanku bagaimana untuk terbiasa tanpamu.

Untukmu.. yang menganggap masa bodo akan hal ini, suatu saat kau akan sadar siapa yang sebenarnya berbesar hati menerimamu dengan segala kesalahanmu.

Untukmu.. yang merasa selalu benar dan tak ingin disalahkan, suatu saat kau akan tau bagaimana rasanya ketika perjuanganmu hanya sebelah sisi.

Untukmu.. yang banyak menyimpan rahasia dibalik senyum manismu padaku, percayalah bahwa hatimu selalu ingin berlaku jujur.

Untukmu.. yang belum mengerti akan komitmen, jangan perlakukan semua wanita sama karena wanita ingin diperlakukan berbeda.

Dan..

Untukmu.. Lelaki yang menjadi alasanku merindu, ketika ada wanita lain yang mendampingimu kelak dan wanita itu bukan aku. Berjanjilah untuk selalu memperlakukannya satu-satunya.

Untukmu.. Terima Kasih atas kisah ini, kutunggu kisah selanjutnya di lembar putih yang masih menunggu akan kau isi apa lembaran itu.

 

 

Leave a Reply